Pages

Jumat, 02 Oktober 2015

Liberty Trip museum Ullen Sentalu

Museum Seni dan Kebudayaan Jawa atau biasa dikenal juga dengan sebutan museum Ullen Sentalu, museum ini terletak kurang lebih 25 kilometer dari kota Jogja, tepatnya di Jalan Boyong, Kaliurang.
Sesampainya di lokasi kami pun langsung disuguhi dengan lingkungan yang berunsur jawa kental seperti adanya arca yang bertuliskan selamat dating pohon – pohon rindang serta para petugas yang mengenakan batik khas jawa.
Dengan membayar Rp.30.000/orang kita bias masuk ke museum serta mendapatkan Tour guide atau pemandu untuk menjelaskan tentang koleksi di dalam.
Karna jumlah kami yang cukup banyak,  yakni 42 orang. Kami di bagi menjadi 2 kelompok dengan 21 orang perkelompoknya, kelompok kedua masuk 5 menit setelah kelompok pertama masuk agar tidak berdesakan.
Ketika kami masuk udara sejuk, pohon – pohon rindang dengan akar yang besar pun seolah menyambut kedatangan kami. Sebelum masuk ke area koleksi Tour Guide pun memberi arahan terlebih dahulu agar tidak mengambil gambar karna memang dilarang selain itu juga untuk menghargai karya – karya dan foto – foto di dalam.
Setelah diberi arahan kami pun masuk kedalam goa bawah tanah. “ya, kita memasuki goa bawah tanah. Kenapa bawah tanah? Karena ingin menunjukan filosofi jawa bahwa ketika bertamu kita haruslah
Begitu masuk goa kami melewati jalan – jalan sempit yang berliku seperti labirin. Hal tersebut dibuat agar menunjukan bahwa hidup manusia selalu ada lika likunya seperti labirin.
Setelah melewati jalan kecil tersebut, kami dihadapkan dengan lorong, yang bernama Goa Segi Giri. Di sini ada banyak foto – foto para tokoh – tokoh Kerajaan Mataram. Pemandu kami pun bercerita panjang lebar untuk menjelaskan foto  foto itu.
Kemudian kami masuk  ke ruang syair, tempat dimana syair – syair dibuat oleh tineke yang sedang patah hati. Ruangan selanjutnya adalah Royal Room Batu Mas, ruangan yang khusus menampilksn foto Ratu Mas, Permaisuri Sunan Pakubuwono X.
Selanjutnya kami dibawa ke ruangan yang berisi batik – batik, baik batik Solo maupun Jogja. Kami pun di beri tahu pula perbedaan batik solo dan jogja serta filosofi dari masing – masing motif batik.
Berikutnya adalah ruang Putri Dambaan, disana merupakan ruangan khusus Putri Tunggal Mangkunegaraan VII, Siti Nurul. Kecantikan yang sudah tersohor ditunjukandengan foto – foto yang terpajang. Bukan main, pemandu kami mengatakan bahwa putri inisempat menarik tokoh – tokoh Negara seperti Soekarno, Syahrir, dan Sultan Hamengkubuwono, tapi sayang semua gagal memikat hatinya.
Ruangan terahir yaitu ruangan Sasana Sekar Bawana, ruangan ini Di mana kita bias beristirahat sejenak dan di suguhi minuman jamu yang “katanya” sih bisa bikin awet muda, haha tapi huallahualam. Setelah beristirahat dan menahan diri sepanjang kunjungan untuk tidak mengambil gambar, selanjutnya kami menuju tempat yang di perbolehkan untuk berfoto – foto dan bersefieria. Hohoo, let’s take some selfie





0 komentar:

Posting Komentar