Museum Seni dan Kebudayaan Jawa atau biasa
dikenal juga dengan sebutan museum Ullen Sentalu, museum ini terletak kurang
lebih 25 kilometer dari kota Jogja, tepatnya di Jalan Boyong, Kaliurang.
Sesampainya di lokasi kami pun langsung
disuguhi dengan lingkungan yang berunsur jawa kental seperti adanya arca yang
bertuliskan selamat dating pohon – pohon rindang serta para petugas yang
mengenakan batik khas jawa.
Dengan membayar Rp.30.000/orang kita bias
masuk ke museum serta mendapatkan Tour
guide atau pemandu untuk menjelaskan tentang koleksi di dalam.
Karna jumlah kami yang cukup banyak, yakni 42 orang. Kami di bagi menjadi 2
kelompok dengan 21 orang perkelompoknya, kelompok kedua masuk 5 menit setelah
kelompok pertama masuk agar tidak berdesakan.
Ketika kami masuk udara sejuk, pohon –
pohon rindang dengan akar yang besar pun seolah menyambut kedatangan kami.
Sebelum masuk ke area koleksi Tour Guide pun
memberi arahan terlebih dahulu agar tidak mengambil gambar karna memang
dilarang selain itu juga untuk menghargai karya – karya dan foto – foto di
dalam.
Setelah diberi arahan kami pun masuk
kedalam goa bawah tanah. “ya, kita memasuki goa bawah tanah. Kenapa bawah
tanah? Karena ingin menunjukan filosofi jawa bahwa ketika bertamu kita haruslah
Begitu masuk goa kami melewati jalan –
jalan sempit yang berliku seperti labirin. Hal tersebut dibuat agar menunjukan
bahwa hidup manusia selalu ada lika likunya seperti labirin.
Setelah melewati jalan kecil tersebut,
kami dihadapkan dengan lorong, yang bernama Goa Segi Giri. Di sini ada banyak
foto – foto para tokoh – tokoh Kerajaan Mataram. Pemandu kami pun bercerita
panjang lebar untuk menjelaskan foto
foto itu.
Kemudian kami masuk ke ruang syair, tempat dimana syair – syair
dibuat oleh tineke yang sedang patah hati. Ruangan selanjutnya adalah Royal
Room Batu Mas, ruangan yang khusus menampilksn foto Ratu Mas, Permaisuri Sunan
Pakubuwono X.
Selanjutnya kami dibawa ke ruangan yang
berisi batik – batik, baik batik Solo maupun Jogja. Kami pun di beri tahu pula
perbedaan batik solo dan jogja serta filosofi dari masing – masing motif batik.
Berikutnya adalah ruang Putri Dambaan,
disana merupakan ruangan khusus Putri Tunggal Mangkunegaraan VII, Siti Nurul.
Kecantikan yang sudah tersohor ditunjukandengan foto – foto yang terpajang.
Bukan main, pemandu kami mengatakan bahwa putri inisempat menarik tokoh – tokoh
Negara seperti Soekarno, Syahrir, dan Sultan Hamengkubuwono, tapi sayang semua
gagal memikat hatinya.
Ruangan terahir yaitu ruangan Sasana Sekar
Bawana, ruangan ini Di mana kita bias beristirahat sejenak dan di suguhi
minuman jamu yang “katanya” sih bisa bikin awet muda, haha tapi huallahualam.
Setelah beristirahat dan menahan diri sepanjang kunjungan untuk tidak mengambil
gambar, selanjutnya kami menuju tempat yang di perbolehkan untuk berfoto – foto
dan bersefieria. Hohoo, let’s take some selfie



0 komentar:
Posting Komentar