Pages

Minggu, 20 Desember 2015

Hutan Pinus Imogiri Jogja



Kalau kita ingin berlibur dengan nuansa berbeda dari yang biasa kita temui di Jogja, maka kunjungilah Hutan Pinus Imogiri Bantul. Hutan pinus ini letaknya berdekatan dengan kebun buah mangunan Imogiri. Para pengunjung menganggap Kebun Buah Mangunan dan Hutan Pinus Imogiri sebagai satu paket wisata karena jaraknya yang dekat. Disepanjang jalan menuju kawasan Hutan Pinus Imogiri ini suasananya bisa dibilang agak ghotic tetapi udaranya sangat sejuk. Untuk hutan pinus imogiri ini sendiri memiliki keistimewaan yaitu  kalau kita berada di hutan ini rasanya seperti berada di forks syuting film Twilight karena tanahnya itu berwarna coklat kemerahan dengan ditumbuhi banyak pohon pinus yang ketinggiannya bisa mencapai puluhan meter.
Di hutan Pinus Imogiri ini terkenal keindahannya dan keunikannya sehingga tidak jarang hutan pinus ini dijadikan tempat untuk foto hunting suatu brand, sampai pernah dipakai untuk syuting film layar lebar atau FTV oleh beberapa stasiun TV nasional. Di hutan pinus ini kegiatan yang bisa kita lakukan selain berfoto ria kita juga bisa mendirikan tenda untuk bercamping bersama keluarga pasangan maupun teman. Hutan pinus imogiri ini akan terlihat sangat memukau apabila kita berkunjung pada pagi hari. Kita bisa merasakan hawa segar hutan yang masih tertutup kabut tetapi di sela-sela kanopi pohon terpancar sinar matahari yang menembus sampai ke dasar tanah.


Monumen Jogja Kembali



Monjali merupakan monumen yang sengaja dibangun untuk memperingati perebutan kembali Kota Yogyakarta setelah Belanda kembali menjajah Indonesia pasca 1945. Perebutan kembali Yogyakarta ke pangkuan ibu pertiwi ini menunjukkan bahwa Indonesia benar-benar berdaulat dan tidak mau dijajah. Praktis, penjajanh Belanda kalah sebagai pecundang dan Yogya kembali ke Indonesia. Oleh karenanya dinamakan Monumen Jogja Kembali.
Melihat sisi historinya, monjali memiliki kemiripan dengan Museum Gedung Juang 45 di Jakarta.Gedung Juang 45 menceritakan perjuangan Indonesia untuk membuktikan eksistensi di mata dunia antara tahun 1945-1950. Gedung Juang 45 menjadi tempata wisata sejarah museum di Jakarta.
Tak kurang dari 1000 koleksi diorama yang mengisahkan Serangan Umum 1 Maret 1949. Bangunan Monjali tampak unik. Saat menyusuri Ring Road Utara, dari kejauhan sudah tampak bangunan berbentuk tumpeng berwarna putih dengan tinggi sekitar 32 meter. Itulah Monumen Jogja Kembali. Di bagian luar monumen sebelum pintu masuk, terdapat dua buah pesawat yang digunakan dalam pembebasan Yogyakarta, pesawat Curen. Ada juga meriam bergerak dipajang disana.
Monjali dibangun diatas lahan seluas 5,6 hektar. Sebagaimana filosofi jawa kuno, Monjali didesain dengan empat pintu masuk sesuai arah mata angin.Pintu barat dan timur menuju museum di lantai satu. Pintu utara dan selatan menuju musuem di lantai dua. Museum di lantai dua berisi relief dan diorama. Monumen Jogja Kembaliberlantai tiga. Satu lantai teratas adalah ruang hening yang hanya berisi Bendera Merah Putih perlambang Indonesia dan sekaligus menghayati perjuangan yang tergambar di lantai satu dan dua. Dan jika ditarik garis lurus dari udara, Monnjali berada pada garis lurus antara lokasi Keraton Yogyakarta, Tugu Yogyakarta,dan Gunung Merapi.
Monumen Jogja kembali merupakan tempat wisata dengan nuansa edukasi dan heroik. Heroik karena di sana bisa ditemukan benda bersejarah seperti dokar dan tandu Jendral Soedirman, jas Sultan Hamengku Buwono IX,hingga diorama dapur umum para pejuang.Sisi edukasinya sangat cocok untuk mengenalkan langsung para pelajar dalam mengenang jasa dan pengorbanan pahlawan terdahulu. Dengan ini, mereka akan merasa malu jika kelak menjadi koruptor, pengemplang pajak, tidak taat beribadah, dan berbagai perilaku merusak negara lainnya.
Tentang taat beribadah, banyak pahlawan pejuang kemerdekaan yang merupakan santri dan ulama. Mereka tidak akan takut mati jika landasanbrperang bukan karena Jihad Fii Sabilillah. Jendral Soedirman adalah seorang ulama kharismatik dan masih mengalir darah Muhammadiyah pada diri beliau.
Monumen Jogja Kembali terletak di Jalan Lingkar Utara (RIng Road Utara), di Kelurahan Jongkang, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Dengan posisi yang strategis ini, Monjali bisa diakses dari manapun baik dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.
Ada petikan kalimat Jendral Soedirman yang menggetarkan jiwa dan dipajang dalam sebuah figura sederhana di Monjali. Jendral Soedirman berpesan, “Dalam menghadapi keadaan apapun, jangan lengah sebab kelengahan menimbulkan kelemahan dan kelemahan menimbulkan kekalahan sedang kekalahan menimbulkan penderitaan”.
Itulah monjali yang terkenal di kalangan pelajar dan wisatawan pecinta sejarah. Wisata ke monjali tak kalah serunya dibanding wisata ke pantai pesisir selatan provinsi DIY.
Pencarian Wisata Favorit:
Monjali,monumen jogja kembali,museum jogja kembali,keadaan di monjali,monumen jogja kembali (monjali),monjali jogja,keadaan yang ada dimonjali,Ada apa saja di Monjali,monumen jogja kembali fokus sejarah,kelurahan monjali



Alun Alun Kidul Yogyakarta



Alun Alun Kidul atau dalam bahasa indonesia berarti ‘Alun Alun Selatan’ biasa disingkat juga dengan sebutan alkid. Mengapa dinamakan alun alun selatan?. karena letaknya memang berada di sebelah selatan keraton Jogja atau di sebelah belakangnya. Selain alun alun kidul area keraton juga terdapat alun alun utara. Alun alun yang terletak di belakang keraton jogja ini dikelilingi oleh tembok memiliki luas persegi dengan 5 buah gapura. Nah di alun alun ini juga terdapat sebuah kandang besar yang bernama ngGajahan, tempat tersebut dulunya dijadikan sebagai tempat untuk memelihara gajah sang raja yang saat ini sudah tidak ada lagi. Alun-alun selatan, dulunya merupakan tempat latihan baris prajurit keraton, sehari sebelum upacara grebeg. Tempat itu juga sebagai ajang sowan abdi dalem wedana prajurit berserta anak buahnya, di malam bulan Puasa tanggal 23, 25, 27 dan 29. Namun sejak Sri Sultan HB VIII bertahta, pisowanan ini dihentikan.

http://www.uin-suka.ac.id

Kebun Buah Imogiri Jogja


Kebun buah Mangunan ini berada di kecamatan Dlingo, Bantul. Namun lebih dekat dengan Imogiri. Pemandangan di kebuh buah ini benar-benar menyejukkan. Hijau!
Jika ditempuh dari kota Jogja, membutuhkan waktu sekitar satu jam naik kendaraan bermotor untuk bisa sampai ke Kebu Buah Mangunan. Jalan saja ke arah Imogiri. Setelah sampai di pasar Imogiri akan ditemui penunjuk arah untuk menuju Taman Buah Mangunan
Taman Buah Mangunan mulai dibangun oleh pemerintah kabupaten Bantul pada tahun 2003. Lokasi taman buah ini berada di ketinggian sekitar 150-200 mdpl dengan luas area mencapai 23.3415 hektar.
Di kebun buah ini pengunjung bisa melihat berbagai macam pohon buah seperti rambutan, belimbing, durian, dll. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk memetik buah.
Objek utama Taman Buah Mangunan adalah puncaknya yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Di puncak Taman Buah Mangunan pengunjung akan disuguhi oleh pemandangan Pegunungan Sewu yang hijaunya akan menghadirkan kesejukan dimata. Pemandangan itu semakin indah dipadu dengan pemandangan Sungai Oyo yang airnya hijau toska nan bening
Untuk bisa sampai ke puncak pengunjung harus melewati jalanan menanjak yang cukup curam. Kendaraan bermotor memang bisa sampai ke puncak serta terdapat area parkir. Namun, akan lebih asyik jika kendaraan diparkir di dekat pintu masuk dan berjalan kaki menuju puncak. Sepanjang perjalanan kamu akan bisa melihat-lihat pohon-pohon buah sembari menikmati suasana hijau yang khas pegunungan. Di Taman Buah Mangunan ini disediakan trototar khusus yang bisa digunakan oleh pengunjung yang ingin berjalan kaki sampai ke puncak
Di puncak Taman Buah Mangunan ini terdapat gardu pandang yang lokasinya berada di sebelah selatan. Gardu pandang tersebut mengarah langsung ke Sungai Oyo dan Pegunungan Sewu. Waktu paling pas untuk datang ke puncak Taman Buah Mangunan adalah pada sore hari menjelang senja. Banyak pengunjung yang datang ke puncak Kebun Buah Mangunan pada sore menjelang senja untuk menikmati pemandangan sunset dari atas bukit

Pantai Goa Cemara Bantul Jogja


Kabupaten Bantul juga punya destinasi wisata pantai yang bisa kita kunjungi. Salah satu yang paling terkenal tentu saja adalah Parangtritis. Di sepanjang garis pantai Parangtritis ke arah barat, kita akan menemukan pantai-pantai lain yang mempunya karakteristik yang hampir sama. Salah satunya adalah Pantai Goa Cemara
Meski tidak terlalu terkenal, Pantai Goa Cemara tetap menarik untuk dikunjungi. Sekedar untuk bersantai bersama teman-teman dekat atau untuk mencari hiburan
Pantai Goa Cemara berjarak sekitar 20 km ke arah barat dari Pantai Parangtritis. Seperti kebanyakan pantai di Bantul, Goa Cemara memiliki pasir hitam keabuan. Di Goa Cemara kita bisa melakukan berbagai aktivitas seperti yang biasa kita lakukan di pantai pada umumnya. Yang menarik dari pantai ini adalah keberadaan pohon-pohon cemara di sekitar pantai yang jumlahnya sangat banyak. Tidak jarang, pohon-pohon cemara tersebut dijadikan tempat untuk berteduh para pengunjung sambil ngobrol-ngobrol bersama teman atau keluarga. Beberapa pengunjung bahkan menjadikan Pantai Goa Cemara ini sebagai latar belakang untuk fotografi
Meski tidak terkenal, jangan mengira bahwa Pantai Goa Cemara sepi dari pengunjung. Pengunjung Pantai Goa Cemara memang tidak seramai Parangtritis, namun suasana di pantai ini cukup meriah terutama saat hari libur. Banyak pengunjung Pantai Goa Cemara yang duduk-duduk di bawah pohon cemara beralaskan tikar sambil menikmati hidangan yang dibawa dari rumah
Pantai Goa Cemara bersebalahan dengan Pantai Samas serta Pandansari. Pantai Samas dikenal sebagai pantai untuk pelesapan tukik/bayi kura-kura sedangkan Pantai Pandansari terkenal dengan keberadaan mercusuar yang tinggi menjulang. Jika berkunjung ke Pantai Goa Cemara cobalah untuk mlipir sejenak ke Pantai Pandansari dan naiklah ke atas mercusuar. Dengan membayar Rp 5.000 untuk dua orang, kita bisa naik ke mercusuar berlantai 8 ini untuk menikmati pemandangan pantai dari ketinggian
Mengenai nama Pantai Goa Cemara diambil dari suasana di pantai itu sendiri. Pohon cemara yang tumbuh di pantai ini cukup lebat dan beberapa membentuk terowongan seperti goa. Itulah sebabnya pantai ini dinamakan Pantai Goa Cemara

http://www.uin-suka.ac.id


Museum Gunung Merapi Yogyakrta




Museum Gunung Api Merapi (MGM), yang digadang menjadi geo-wisata di DIY diharapkan menjadi wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunungapi, gempabumi, dan bencana alam lainnya. Museum Gunungapi ini dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya dan kebencanaan geologi lainnya yang bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun sosial-budaya dan lain-lain yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber kebencanaan geologi lainnya. Museum Gunungapi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif sebagai sarana yang sangat penting dan potensial sebagai pusat layanan informasi kegunungapian dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan gunungapi serta bencana geologi lainnya.
Lokasi MGM terletak di kawasan lereng Merapi, tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Tidak jauh dari objek wisata alam Kaliurang dan Kali Adem. Dengan luas bangunan sekitar 4,470 yang berdiri di atas tanah seluas 3,5 hektar, museum juga dilengkapi dengan taman, area parkir, dan plasa. Bangunan museum berbentuk limas dengan atap tumpang dan dinding dari bebatuan. Model bangunannya hampir mirip dengan Museum Jogja Kembali (Monjali). Dengan harga tiket masuk perorang Rp.2000,- dan tiket menonton film dokumenter Karakteristik letusan Gunung Merai Rp.5.000,-/orang dengan durasi 30 menit.
Informasi yang disampaikan di museum gunungapi diantaranya:
·         Informasi fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi diantaranya berupa bentang alam gunungapi, struktur geologi gunungapi, produk hasil letusan gunungapi, dan produk-produk hasil proses lainnya.

  • Informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertainya.
  • Informasi mitigasi bencana gunungapi, gempabumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunungapi, kegempaan dan gerakan tanah.
  • Informasi aspek sosial budaya diantaranya menyangkut kehidupan, budaya/tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunung api.

Rabu, 16 Desember 2015

Jogja Library Center (JLC) ini satu dari 4 gedung atau unit perpustakaan yang dikelola Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DIY. Dulu, gedung kuno dua lantai yang dipakainya merupakan gedung Perpustakaan Negara Yogyakarta. Setelah Perpustakaan Negara punya gedung baru, sekaligus kantor BPAD, bangunan cagar budaya ini direnovasi selama setahun dan dibuka kembali pada Desember 2007 dengan nama Jogja Library Center.

JLC menjagokan Yogyasiana sebagai layanan khas dan unggulannya. Ini tak lain koleksi digital tentang segala aspek budaya Yogya: mulai dari kesenian, bahasa, sampai ke info makanan tradisional. Andalan lainnya, layanan arsip surat kabar dan majalah. Di JLC ini tersimpan arsip berbagai surat kabar dan majalah. Mulai dari Kompas, Tempo, Gatra, sampai ke majalah Penyebar Semangat dan Djoko Lodang. Arsip paling komplit tentu saja koran Kedaulatan Rakyat, yang tersedia mulai terbitan perdana: 27 September 1945.

Selasa, 15 Desember 2015

KODE ETIK PROFESI PUSTAKAWAN



Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dalam Pasal 1 ayat (8) dinyatakan bahwa Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Pustakawan menyadari pentingnya mensosialisasikan profesi Pustakawan kepada masyarakat luas, dan perlu menyusun kode etika sebagai pedoman kerja.

Di dalam keterbukaan informasi, perlu akses informasi bagi kepentingan masyarakat luas. Pustakawan ikut melaksanakan kelancaran arus informasi dan pemikiran yang bertanggungjawab bagi keperluan generasi sekarang dan yang akan datang. Pustakawan berperan aktif melakukan tugas sebagai pembawa perubahan dan meningkatkan kecerdasan masyarakat untuk mengatisipasi perkembangan dan perubahan di masa depan. Prinsip yang tertuang dalam kode etik ini merupakan kaidah umum Pustakawan Indonesia.

A.     Kewajiban Pustakawan
1.    Kewajiban kepada bangsa dan negara
Pustakawan menjaga martabat dan moral serta mengutamakan pengabdian dan tanggung jawab kepada instansi tempat bekerja, bangsa dan negara.
2.    Kewajiban kepada masyarakat
a.    Pustakawan melaksanakan pelayanan perpustakaan dan informasi kepada setiap pemustaka secara cepat, tepat dan akurat sesuai dengan prosedur pelayanan perpustakaan, santun dan tulus.
b.    Pustakawan melindungi kerahasiaan dan privasi menyangkut informasi yang ditemui atau dicari dan bahan perpustakaan yang diperiksa atau dipinjam pengguna perpustakaan.
c.    Pustakawan ikut ambil bagian dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat dan lingkungan tempat bekerja, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, usaha sosial dan kebudayaan.
d.    Pustakawan berusaha menciptakan citra perpustakaan yang baik di mata masyarakat.
3.    Kewajiban kepada profesi
a.    Pustakawan melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Pustakawan Indonesia dan Kode Etik Pustakawan Indonesia.
b.    Pustakawan memegang prinsip kebebasan intelektual dan menjauhkan diri dari usaha sensor sumber bahan perpustakaan dan informasi.
c.    Pustakawan menyadari dan menghormati hak milik intelektual yang berkaitan dengan bahan perpustakaan dan informasi.
4.    Kewajiban kepada rekan sejawat
Pustakawan memperlakukan rekan sekerja berdasarkan sikap saling menghormati, dan bersikap adil kepada sejawat serta berusaha meningkatkan kesejahteraan mereka.
5.    Kewajiban kepada pribadi
a.    Pustakawan menghindarkan diri dari menyalahgunakan fasilitas perpustakaan untuk kepentingan pribadi, rekan kerja dan pengguna tertentu.
b.    Pustakawan dapat memisahkan antara kepentingan pribadi dan kegiatan profesional kepustakawanan.
c.    Pustakawan berusaha meningkatkan dan memperluas pengetahuan, kemampuan diri dan profesionalisme.

B.    Sanksi
Pustakawan yang melanggar AD/ART IPI dan kode etik pustakawan Indonesia, dikenai sanksi sesuai pelanggaran dan dapat diajukan ke Dewan kehormatan Ikatan Pustakawan Indonesia untuk keputusan lebih lanjut.

Minggu, 06 Desember 2015

Alasan Masuk Jurusan Ilmu Perpustakaan

Kelas 3 SMA merupakan saat – saat yang sangat dilema bagi saya, karna yang saya terus pikirkan adalah kemana saya harus kuliah setelah lulus dari sini. Ketika saya di SMA saya mengambil jurusan IPA, tentunya jurusan teknik menjadi tujuan utama bagi mayoritas teman laki – laki saya juga saya sendiri.
Namun saya harus mengubur dalam - dalam keinginan saya tersebut. Karna penderita buta warna seperti saya ini akan sulit masuk ke jurusan teknik yang menghruskan mahasiswanya bebas dari buta warna. Namun tidak hanya teknik doang melainkan hampir semua jurusan IPA mengharuskan mahasiswanya bebas dari buta warna. Tentu keadaan ini menjadi pukulan berat bagi saya. Susah tidur dan sering melamun, hampir setiap hari selalu begitu.
Hinggga akhirnya saya menemukan solusi dan membulatkan tekad untuk MURTAD jurusan, yakni berkuliah dijalur ranah IPS. Saat itu saya optims sekali ingin mengambil jurusan akuntansi dan manajemen, karna bayangan saya kuliah dijurusan itu menyenangkan dan prospeknya juga menjanjikan pula. Namun setelah browsing dan di pikir berkali – kali. Saya mengurungkan niat saya. Melihat betapa tingginya passing grade dan berapa banyak jumlah pendaftar disetiap kampusnya. Sebenarnya bisa sih di kuliah di PTS, namun saya tidak ingin memberatkan orang tua saya dan ingin membuat mereka bangga bahwa saya mampu berkuliah di PTN seperti kedua kakak saya. Akhirnya saya mulai browsing - browsing dengan key word “Jurusan Sepi peminat namun prospek bagus” and jeng jengggggggg.... saat itu yang saya temukan dan membuat saya tertarik adalah oceanografi, yakni ilmu yang mempelajari tentang kelautan. Namun lagi lagi harus bebas buta warna -___- setelah saya scroll lagi kebawah akhirnya, cussss “ilmu Perpustakaan? Emang ada ya?” haha saya sendiri pun terheran – heran ketika pertama kali mengetahi bahwa jurusan ini memang ada. Setelah saya baca berbagai artikel dan browsing browsing kembali. Akhirnya, Alhamdulilllah, hehe cocok. Ternyata lulusan ilmu perpustakaan tidak harus kerja di sekolah dan hanya ngejagain buku doang, namun banyak soft skill dan hard skill yang harus dikuasai untuk melakukan berbagai tugas pustakawan, seperti mengkatalogisasi, klasifikasi, digitalisasi dan lain – lain. Lulusannya juga bisa juga bekerja di berbagai instansi, melihat prospek dan materi yang dipelajarinya menarik. Akhirnya saya memutuskan untuk fix mengambil jurusan ini. Then, Alhamdulillah setelah lamanya penantian menunggu berbagai pengumuman, akhirnya saya diterima dijurusan  D3 Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tentu merupakan suatu kebanggaan juga bagi saya karna dapat meneruskan kuliah di perguruan tinggi negeri dan di terima melalui jalur tanpa tes. Kini saya siap berkarir dan sukses melalui jurusan Ilmu Perpustakaan ini.
Hehe sekian, itulah alasan saya mengambil jurusan ilmu perpustakaan, seandainya ada diantara kalian yang menjadikan tulisan saya ini sebagai dalil anda untuk masuk jurusan Ilmu Perpustakaan dan anda merasa tersesat masuk jurusan ini. Tenang lah dan keep istiqomah, karna anda tersesat dijalan yang benar.
Wassalamualaikum wr. Wb.