Kelas
3 SMA merupakan saat – saat yang sangat dilema bagi saya, karna yang saya terus
pikirkan adalah kemana saya harus kuliah setelah lulus dari sini. Ketika saya
di SMA saya mengambil jurusan IPA, tentunya jurusan teknik menjadi tujuan utama
bagi mayoritas teman laki – laki saya juga saya sendiri.
Namun
saya harus mengubur dalam - dalam keinginan saya tersebut. Karna penderita buta
warna seperti saya ini akan sulit masuk ke jurusan teknik yang menghruskan
mahasiswanya bebas dari buta warna. Namun tidak hanya teknik doang melainkan
hampir semua jurusan IPA mengharuskan mahasiswanya bebas dari buta warna. Tentu
keadaan ini menjadi pukulan berat bagi saya. Susah tidur dan sering melamun,
hampir setiap hari selalu begitu.
Hinggga
akhirnya saya menemukan solusi dan membulatkan tekad untuk MURTAD jurusan,
yakni berkuliah dijalur ranah IPS. Saat itu saya optims sekali ingin mengambil
jurusan akuntansi dan manajemen, karna bayangan saya kuliah dijurusan itu
menyenangkan dan prospeknya juga menjanjikan pula. Namun setelah browsing dan
di pikir berkali – kali. Saya mengurungkan niat saya. Melihat betapa tingginya
passing grade dan berapa banyak jumlah pendaftar disetiap kampusnya. Sebenarnya
bisa sih di kuliah di PTS, namun saya tidak ingin memberatkan orang tua saya
dan ingin membuat mereka bangga bahwa saya mampu berkuliah di PTN seperti kedua
kakak saya. Akhirnya saya mulai browsing - browsing dengan key word “Jurusan
Sepi peminat namun prospek bagus” and jeng jengggggggg.... saat itu yang saya
temukan dan membuat saya tertarik adalah oceanografi, yakni ilmu yang
mempelajari tentang kelautan. Namun lagi lagi harus bebas buta warna -___-
setelah saya scroll lagi kebawah akhirnya, cussss “ilmu Perpustakaan? Emang ada
ya?” haha saya sendiri pun terheran – heran ketika pertama kali mengetahi bahwa
jurusan ini memang ada. Setelah saya baca berbagai artikel dan browsing
browsing kembali. Akhirnya, Alhamdulilllah, hehe cocok. Ternyata lulusan ilmu
perpustakaan tidak harus kerja di sekolah dan hanya ngejagain buku doang, namun
banyak soft skill dan hard skill yang harus dikuasai untuk melakukan berbagai
tugas pustakawan, seperti mengkatalogisasi, klasifikasi, digitalisasi dan lain –
lain. Lulusannya juga bisa juga bekerja di berbagai instansi, melihat prospek
dan materi yang dipelajarinya menarik. Akhirnya saya memutuskan untuk fix
mengambil jurusan ini. Then, Alhamdulillah setelah lamanya penantian menunggu
berbagai pengumuman, akhirnya saya diterima dijurusan D3 Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta. Tentu merupakan suatu kebanggaan juga bagi saya karna dapat
meneruskan kuliah di perguruan tinggi negeri dan di terima melalui jalur tanpa
tes. Kini saya siap berkarir dan sukses melalui jurusan Ilmu Perpustakaan ini.
Hehe
sekian, itulah alasan saya mengambil jurusan ilmu perpustakaan, seandainya ada
diantara kalian yang menjadikan tulisan saya ini sebagai dalil anda untuk masuk
jurusan Ilmu Perpustakaan dan anda merasa tersesat masuk jurusan ini. Tenang
lah dan keep istiqomah, karna anda tersesat dijalan yang benar.
Wassalamualaikum
wr. Wb.
0 komentar:
Posting Komentar